Kenalan yuk sama Bahaya Pangan disekitar Kita


Hai gengs,  hari ini saya ditodong buat presentasi materi tentang keamanan pangan didepan para emak kece yang jelas-jelas jauh lebih pinter... Haaa... Kebayang nggak sih rasanya? Nggak usah dibayangin lah yaaa... Dijalanin aja...  Maaf ya emak2 kece..  Bukan menggurui... Tapi situasi dan kondisilah yang menginginkan demikian,  jhiahhh.


Sebagai salah satu kader yang pernah diberi suntikan pengetahuan dari BPOM, salah satu tugas negara saya adalah menyampaikan materi ini.  Materi dibuka dengan statement spektakuler dari  Rome Declaration on World Food Security 2006 yang menyatakan bahwa "Hak untuk memperoleh pangan yang aman dan bergizi adalah sama tingkatannya dengan hak bebas dari kelaparan".


Tentang keamanan pangan, para emak kece sedunia ini pastinya jauh lebih paham dari saya. Sebab sebagai emak-emak yang piawai mengelola masalah makanan dirumah,  mereka tentunya sudah memastikan bahwa pangan yang mereka sajikan untuk yang tercinta aman dari bahaya.  Tapi sebagai pencerahan biar pengetahuan lebih kinclong gemilang, ada baiknya saya ulas lagi.  Hitung-hitung buat hafalan dan mematrikan pengetahuan agar tidak hilang tergerus arus kebiasaan. (Soalnya saya malu tanda tangan di ujung sesi kalo nggak ngomong sama sekali,  hihi).




Untuk memastikan keamanan pangan,  langkah pertama kita harus mengenal dulu bahaya pada pangan disekitar kita.  Bahaya yang pertama adalah bahaya BIOLOGI,  bisa berupa jamur,  virus,  bakteri, parasit atau ganggang.  Pertumbuhan mikroba ini bisa menyebabkan makanan menjadi busuk sehingga tidak layak untuk dimakan dan bisa menimbulkan penyakit,  keracunan bahkan kematian. 

Bahaya yang kedua adalah bahaya KIMIA. Bahaya ini terjadi akibat penggunan bahan kimia yang tidak diperbolehkan digunakan untuk pangan seperti boraks,  formalin,  pewarna sintetis dan kawan -kawannya.  Bahaya kimia juga juga bisa berasal dari racun alami dari dalam pangan seperti racun singkong, racun jamur,  ikan buntal bahkan makanan favorit saya pemirsa,  jengkol hihi. Bahan pangan yang terpapar limbah kimia,  sisa pestisida bahkan asap kendaraan bermotor juga berbahaya ya gaes. 

Bahaya selanjutnya adalah bahaya FISIK.  bahaya ini berasal dari benda-benda yang tidak boleh ada dalam pangan seperti rambut,  kuku,  steples, kerikil,  logam,  kaca, bahkan serangga mati.  Benda-benda ini dapat melukai dan atau menutup jalan nafas dan pencernaan kita bila tertelan.  Kebayang kan gimana susahnya bernafas kalo waktu makan tiba-tiba kita tertelan rambut apalagi rambutnya segede konde ibu indonesia,  haha pingsan aja lah yaaa.  

Setelah kenal sama penyebabnya diharapkan kita bisa melakukan upaya pencegahan dan pemblokiran terhadap hal-hal yang berbahaya itu agar tidak mampir ke pangan kita ya gengs.  Beberapa tips yang pencegahan bahaya itu antara lain adalah:

1. Membeli bahan mentah dan pangan ditempat yang sehat dan bersih. 

2. Perhatikan kemasannya tidak rusak,  teksturnya bagus,  baunya pun tidak menyimpang. 

3. Beli makanan siap saji yang dipajang, disimpan dan disajikan dengan baik. Indikatornya bersih dan tertutup.

4. Untuk makanan dalam kemasan,  jangan lupa cek tanggal expirednya ya teman. Jangan beli makanan yang sudah kadaluwarsa.

5. Cuci bahan pangan dengan air bersih yang mengalir.

6. Simpan makanan mentah dan matang ditempat yang terpisah dengan suhu yang dianjurkan.

Itu materi pembuka pada kegiatan hari ini gaes. Masih ada lima materi berikutnya yang harus dibagi kepada para emak kece sejagad raya ini yang sebenarnya sudah punya ilmu yang digdaya dan mumpuni dalam hal keamanan pangan rumah tangga.  Jika ada salah kata dan silap lidah maafkanlah.  Itu murni kesalahan saya yang ilmunya baru setinggi toge yang belom berdaun hihi.  Dengan segala kerendahan hati saya tidak menggurui hanya sekedar sharing titipan ilmu dari bimtek yang pernah saya terima sebelum ini,  dan juga agar pertanggungjawaban saya sama yang diatas sah waktu disuruh tanda tangan diakhir sesi.  

Okey gaes tugas para kader selanjutnya adalah harus turun kelapangan untuk observasi selama dua bulan. Sharing pengalaman dan pengetahuan demi peningkatan keamanan pangan Indonesia.  Kegiatan yang dikomandani oleh Badan POM RI bekerja sama dengan lembaga masyarakat desa ini memiliki tujuan mulia demi generasi sehat dimasa kini dan nanti. 

Segitu aja kegiatan saya hari ini.  Kita cerita lagi next time. Meski ini bukan tulisan dalam rangka menjawab tantangan #nulisserempak dari #bloggerbengkulu,  tetep aja saya unggah dengan bangga pake hastag itu sebab saya seneng banget jadi bagian dari komunitas itu.  Salam manis penuh cinta. Berbagi ilmu dimana saja. See you. 

Nb.  Foto belum lengkap efek henpon boleh minjem.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pantai Berkas, Arena Wisata Keluarga Ramah Balita

Begini Cara Saya Hindari Baper di Medsos

Pantai Hili, Si Cantik Dari Kaur. Pesona Bengkulu, Indonesia

Begini Cara Cepat Check In Pesawat di Waktu Mepet

Yuk Jadi Bunda Generasi Maju bareng SGM

KISAH YANG TAK USAI