Sekuntum Cinta Buat Kiara


erlinaindrawathie.com.@HakCiptaDilindungiUndang-undang

"Mak, hari ini hampir semua orang update status tuh, mengumumkan nilai anak-anaknya. Ada yang juara satu, ada yang dapet nilai tertinggi, ada yang wisuda cum laude, Emak nggak ikutan juga?" 

Begitu tanya anakku Kiara selepas mengganti seragam sekolahnya seusai menerima raport siang ini. Yah hari ini sabtu tanggal dua puluh dua desember duaribu delapan belas, para siswa SD,SMP hingga SMA ditempatku  memang menerima laporan penilaian hasil belajar semester ganjil. Kebetulan si teteh juga baru menerima raport akhir semesternya. 

Diletakkannnya raport biru dongkernya di atas meja didepanku. Sekilas aku memang sudah tau hasil perolehannya semester ini, meskipun aku belum tahu detilnya. 

"Emang kenapa? Teteh mau, nilai raportnya Emak screenshoot trus dijadiin status di medsos?" tanyaku sambil membuka lembaran-lembaran raport cantik itu. 

"Sekali-kali bolehlah." Katanya santai. Ia duduk dikursi makan. Meraih toples berisi #hatarimalkistcokelat kesukaannya. 

"For what?" tanyaku lagi. Ku geser gelas orange juice kehadapannya. 

"Biar kekinian aja, kayak Emak-emak jaman now." Dia nyengir sempurna.

"Ahh... Nggak penting lagi... I just love you in the way you are beb... " kataku penuh cinta. Dia hanya tertawa renyah. Serenyah #hatarimalkistcokelat yang ada di atas meja.

Anak sulungku Kiara, umurnya dua belas tahun, dan ini adalah  semester ketiganya di SMP tempatnya belajar yang sekaligus juga tempatku bertugas sebagai pengajar. Dia lebih cepat satu tahun masuk sekolah dasar dulu. Meski kemampuan akademiknya tergolong biasa saja, tidak sefantastik kemampuan emaknya dua puluh enam tahun silam, (jhiahahhhh) tetapi perolehan nilai raportnya juga nggak jelek-jelek amat, dia selalu bisa menempatkan diri berada dibarisan atas sejak esde. 


Secara akademis, si teteh ini pasti nggak anak Emak banget, sebab kelemahan terbesarnya adalah matematika, pelajaran paling horor sejagat raya katanya. Padahal dua puluh enam tahun silam pelajaran paling horor itu adalah favorit emak banget. Secara materi eksakta adalah trade mark emak mencetak gelar jawara waktu itu. Dari fisik sampe kemampuan, aku dan si sulung ini memang benar-benar berbeda jauh hingga peribahasa "buah jatuh takkan jauh dari pohonnya" tak berlaku bagi kami. 

Satu-satunya kemampuanku yang menurun padanya hanyalah kegemarannya menulis. Starting dari SMP si teteh sudah bisa bikin puisi dan cerpen yang menurutku nggak kalah bagus sama buatan penulis ternama (cie...cie...). Meskipun begitu kami tetap kompak. 

Toples berisi #hatarimalkistcokelat diatas meja hampir kosong. Si teteh menyeruput es lemon dari gelasnya sementara jari tangannya sibuk menyentuh tuts  #oppoA37 kesayangannya.


"Update status apa, nak?" tanyaku kepo

"Enggak kok... Cuma stalking doang" katanya lirih. Ditutupnya toples itu rapat-rapat. Matanya masih tertuju tajam pada layar handphone.

"Eh... Dua- dua desember ini hari ibu lho, nak. " sambungku kemudian.

"Teteh tau... " ujarnya ringan

"Nggak ikutan update status juga kayak orang-orang?" tanyaku dengan rasa interest yang full pake banget. 

"Saying selamat hari ibu gitu?" dia memamerkan barisan gigi putihnya.

"He....eh..." kepalaku mengangguk

"For what?" katanya lagi. Kali ini dilemparkannya pandangan mata kearahku.

"To show how much you love me..." ujarku lagi

"It's not necessary for me..." suara tawanya terdengar syahdu.

"Why? Pasti jawabnya coz I love you everyday, not just this day"  aku berusaha memancing opininya.

"Hmmm... More than it..." Matanya mengerjap lucu.

"More?" tanyaku surprised

"Iyalahhhh.... coz I love you in my every breath, dear mommy..." katanya riang, bersamaan dengan itu sebuah kecupan manis mendarat di pipiku. Dia memelukku erat. 


Aku speechless, nggak tau mau ngomong apa. Jantungku berdegup kencang.  Hatiku melayang jauh. Rasanya sama persis seperti saat ditembak si dia dua puluh tahun silam. Klepek. Klepek. Dessss.

#latepost#happysunday#selamathariibu#janganlupabahagia

See you next episode.
Salam manis penuh cinta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pantai Berkas, Arena Wisata Keluarga Ramah Balita

Begini Cara Saya Hindari Baper di Medsos

Pantai Hili, Si Cantik Dari Kaur. Pesona Bengkulu, Indonesia

Begini Cara Cepat Check In Pesawat di Waktu Mepet

Yuk Jadi Bunda Generasi Maju bareng SGM

KISAH YANG TAK USAI