Begini Cara Cepat Check In Pesawat di Waktu Mepet


erlinaindrawathie.com/ 24 November 2018.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hai gengs, apa kabar? Nggak terasa ya, penghujung tahun telah tiba. Itu artinya waktunya liburan hampir di depan mata. Udah punya rencana mau kemana aja? Mudik ke kampung halaman? Traveling keliling dunia? Atau sekedar jalan-jalan memanjakan mata? Kemana aja lah yaa, yang penting bisa refreshing melepas semua penat di kepala. 

Buat kamu yang punya rencana jalan-jalan keluar daerah, saya sih rekomendasiin buat naik pesawat aja. Walaupun kemaren baru ada tragedi pesawat jatuh, tapi tetep aja mode transportasi ini merupakan mode transportasi yang paling aman. Sebab tingkat pemeriksaan safetynya berlapis banget, lebih detil daripada mode transportasi yang lainnya. Dan kalo udah ada rencana, udah boleh tuh dari sekarang, ceki-ceki tiket pesawat.

Baca juga  tulisan Julia Tips Naik Pesawat 

=http://www.yuktahu.com/2018/11/tips-naik-pesawat.html?m=1


Bicara tentang pesawat, saya jadi inget pengalaman waktu naik pesawat baru-baru ini. Waktu itu awal bulan oktober. Saya dapat undangan untuk ikut serta ke seminar nasional guru pendidikan dasar berprestasi angkatan kedua yang diselenggarakan di Hotel Millenium Sirih Jakarta Pusat. Transportasi paling cepat yang bisa dipake ya pasti pesawat terbang. 

Dapat tiket keberangkatan jam 09.35 WIB, pastinya saya udah harus check in satu jam sebelumnya. Padahal jarak dari rumah ke bandara hampir 200 kilometer. Kalo pake mobil bisa memakan waktu kira-kira tiga sampai empat jam. Jadi saya berangkat dari rumah kesayangan jam setengah empat pagi. Untung aja si Ayang Beb orangnya pengasih dan penyayang, baik hati dan tidak sombong, jhiaaah. Dengan sepenuh rasa cinta yang membara Beliau pun mengantar Saya, menembus dinginnya udara pagi yang menusuk tulang.

Baca juga tulisan Emak Cantik : Kehilangan Henpon Waktu Check In di Bandara

https://www.emakcantik.com/2018/11/kehilangan-handphone-saat-chek-in-di-bandara.html?m=1

Jam setengah delapan pas, Kami sukses menjejakkan kaki di bandara fatmawati. Prosesi check in Saya lakukan seperti biasa. Nggak ada yang istimewa, sih. Saya tarik koper menuju pintu masuk, nunjukin tiket dan KTP ke petugas yang jaga, terus proses pemindaian barang, antri check in buat dapetin boarding pass, trus duduk sebentar diruang tunggu. Setelah pengumuman boarding dari petugas, Saya pun menaiki pesawat melalui tangga yang telah disediakan. 



Didalam pesawat, dua orang pramugari cantik menyambut dengan senyum manisnya. Setelah pengumuman dan peringatan tentang safety pesawat pun take off meninggalkan bandara Fatmawati Bengkulu. Cuaca hari itu lumayan cerah. Gumpalan awan putih seperti bongkahan kapas yang seolah beterbangan menghias lazuardi. Lima puluh lima menit kemudian pesawat pun sukses mendarat dengan halus di bandara internasional Soekarno Hatta, Tanggerang Banten.

Baca juga tulisan Keluarga Nawra: Bunga Saya Di Buang Saat Hendak Masuk Pesawat.

https://www.emakcantik.com/2018/11/kehilangan-handphone-saat-chek-in-di-bandara.html?m=1

Nggak ada kejadian spesial sepanjang perjalanan pergi itu. Drama heroik terjadi justru pada perjalanan pulangnya. Sebelum berangkat Saya memang sudah memesan tiket pesawat untuk perjalanan pulang empat hari kemudian. Karena jadwal pulang direncanakan pada sore hari, maka Saya pun memesan tiket pulang dengan maskapai yan berbeda untuk keberangkatan sore hari jam 16.05 WIB. Prediksinya waktu itu, penutupan kegiatan sekitar jam 10, check out dari hotel jam 12 bisa muter-muter sebentar cari oleh-oleh, jam 13 menuju bandara, dan satujam sebelum keberangkatan Saya udah bisa check in. 

Tapi rencana tinggal rencana. Fakta dilapangan saat praktek sangat jauh berbeda. Setelah kegiatan sukses ditutup jam 9 WIb, habis sesi tanda tangan, para emak kece mulai gelap mata. Pokoknya nggak tahan aja kalo nggak ngintip pusat perbelajaan paling populer diibukota itu. Secara lokasi Tanah Abang cuma berjarak dua ratus meter dari hotel tempat kegiatan. Jadilah jam 10, kita langsung check out hotel dan berkelana di Tanah Abang. Ditengah waktu yang super duper mepet, emak kece masih sempet nawar kaos gambar monas yang harganya lumayan miring, gantungan kunci berlogo jakarta, sampe beli anggur hitam dari si abang keliling. 

Dua jam terasa dua menit. Jam dua belas lebih sedikit kita otewe kebandara. Kalo sesuai perkiraan, perjalanan bisa ditempuh dengan durasi satu setengah sampe dua jam. Tapi bukan Jakarta namanya kalo enggak macet. Saking macetnya, pak sopir bisa bobo sambil nyetir. Saya en the geng pasti gelisah banget dong ya. Takut telat check in dibandara dan tiket pulang hangus tak bersisa. Kan berat dikantong kalo harus beli lagi. Itu aja kalo nggak gratisan nggak bakalan kebeli tuh tiket buat naik pesawat (wkwkwk...lebay ya gaes).

Hampir jam empat kita mendarat di Halim Perdana Kusumah. Pesawat boarding dua puluh menit lagi. Pas sampe di loket check in, alamak, mau pingsan rasanya. Antrian panjang, sepanjang jalan kenangan. Semua loket penuh. Kayaknya nggak mungkin selesai dalam waktu lima belas menit. Sementara waktu boarding nggak mungkin ditunda. Nyesek nanget gaes rasanya.Tapi kita pantang menyerah gaes. Kita berempat waktu itu.  Kak Desi, salah satu emak yang paling kece di squad kita, bergerak cepat keloket sebelahnya, bertanya sama Mbak petugas yang kebetulan lagi jaga disitu. Dia cerita singkat tentang problema yang Saya dan teman-teman alami. Dan si Mbak menyarankan agar kita pindah antrian ke loket A1. Memang disitu antriannya lumayan pendek. 

Saya baru tahu lho gaes, bahwa di loket check in itu ternyata ada yang namanya loket A1, yang fungsinya untuk membantu para penumpang pesawat untuk check in, bagi penumpang yang pesawatnya udah mau boarding. Prosesnya lumayan cepat gaes, para petugasnya juga banyak dengan durasi gerakan kerja cepat yang emang cepat pake banget. Nggak sampe lima menit kita udah sukses dapet boarding pass dan dipersilahkan menuju gate departure. 

Masalah muncul lagi didalam waktu mau ke gate departure. Adik bungsu kita nyangkut dipintu pemeriksaan barang gara-gara bawa tiang standing banner. Si Mas petugas nggak ngebolehin itu banner dibawa ke pesawat karena dicurigai sebagai senjata yang sering dibawa sama teroris. Alamak, horor banget kan ya. Tampang imut dan kece badai kayak gini dicurigain teroris bawa senjata mematikan. Rasanya antara takut ama lucu dan ujungya nyesek. Tuhan, cobaan kok gitu amat sih. Udah tadi hampir telat check in, eh sekarang harus berurusan ama petugas interogasi. 

Setelah penjelasan dan negosisasi yang alot, akhirnya si banner boleh melewati pintu pemeriksaan. Tapi dengan syarat dibalut dulu sampe kenceng sama Mas petugas. Terus pas sampe pesawat yang nyimpen harus pramugarinya. Hmm.. itu si Mas petugas belom rela kayaknya melepas kecurigaan terorisnya ama kita. Tapi ya sudahlah. After all these time, semuanya berlalu. Saya dan teman-teman yang kece bisa masuk pesawat, duduk dikursi dengan nyaman, pasang seatbelt, dan pesawat pun take off sempurna.

Diringkas dari kejadian yang Saya dan teman saya alami itu gaes, ini ada beberapa tips buat kamu yang nanti mau bepergian pake pesawat, diantaranya:

1. Jangan berangkat di waktu yang mepet. Apalagi perjalanan jauh. Kita nggak pernah tahu kendala apa saja yang bisa kita temui diperjalanan. Jadi lebih baik sediakan waktu yang lumayan luang untuk melakukan perjalanan, supaya nggak tergesa-gesa waktu check in.

2. Kalau kamu pas ketemu waktu mepet untuk check in pesawat, gunakan loket A1, catet ya, A1. Loket itu antriannya nggak panjang. Sebab loket itu hanya melayani check in penumpang yang pesawatnya hampir boarding. Jadi kamu nggak mesti antri diloket reguler yang antriannya kadang sepanjang jalan kenangan.

3. Kalau kamu membawa barang-barang yang agak aneh dan tidak dimasukkan ke bagasi, usahakan untuk dibungkus, dibalut serapi mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan yang nggak perlu. Kasus standing banner saya cukup menyita waktu lho gaes.

Akhirnya, sampai di situ dulu sharing saya tentang pengalaman naik pesawat. Semoga pengalaman Saya bisa bermanfaat buat teman semua. Dan yang paling penting, tulisan ini saya buat untuk menjawab tantangan #NulisSerempak dari #BloggerBengkulu di https://www.bloggerbengkulu.com.

Salam manis dari insan paling manis. Sampai jumpa di cerita selanjutnya.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Begini Cara Saya Hindari Baper di Medsos

Suatu Siang di Pelataran Grand Tjokro

Pantai Hili, Si Cantik Dari Kaur. Pesona Bengkulu, Indonesia

Flash Blogging, Dari Sudut Istana, Menuju Indonesia Maju

SMPN 14 Bengkulu Selatan: Tentang Cinta dan Mimpi Indah

Mengawal Cinta Bidadari